Nilai Kristiani dalam Rumah Honai sebagai Warisan Budaya: Ibadah dan Seminar bersama Jemaat Gereja Baptis Pos Pengembangan Hulekama Wamena

Authors

  • Alfred Melkianus Toh STT Arastamar Wamena Author

Keywords:

Honai, Nilai Kristiani, Warisan Budaya, Inkulturasi, Teologi Kontekstual, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Rumah Honai, sebagai hunian tradisional masyarakat Papua Pegunungan, bukan sekadar objek arsitektur melainkan ruang budaya hidup yang sarat nilai kebersamaan, solidaritas, penghormatan kepada sesepuh, dan tanggung jawab komunal. Nilai-nilai ini, yang tertanam dalam struktur fisik dan sosial Honai, beresonasi secara mendalam dengan inti ajaran iman Kristiani—kasih, persaudaraan, kerendahan hati, dan akuntabilitas komunal—menjadikan Honai sebagai medium yang sangat kuat untuk keterlibatan teologi kontekstual. Di tengah arus globalisasi yang semakin mengikis identitas budaya lokal, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk menegaskan bahwa nilai-nilai Kristiani dan warisan budaya Papua bukan kekuatan yang saling bertentangan, melainkan dapat dipadukan secara harmonis melalui praktik inkulturasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2023, di Gedung Gereja Baptis Pos Pengembangan Hulekama, Wamena, melibatkan 80 peserta yang terdiri dari anggota jemaat dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah ibadah dan seminar terintegrasi bertema 'Nilai Kristiani dalam Rumah Honai sebagai Warisan Budaya,' yang disampaikan oleh Dr. Alfred Melkianus Toh, M.Th. dan Verawati D. Samosir, SE, M.Th. Hasil kegiatan menunjukkan pendalaman pemahaman peserta yang signifikan bahwa rumah Honai menyimpan nilai-nilai Kristiani yang bukan dipaksakan dari luar, tetapi sudah laten dalam warisan budaya komunitas mereka sendiri. Para peserta menegaskan komitmen bahwa gereja dan lembaga pendidikan teologi memiliki peran yang strategis, bahkan profetis, dalam memastikan warisan budaya lokal terpelihara dan bertransformasi dalam terang Injil. Kegiatan ini menegaskan bahwa teologi kontekstual bukan sekadar wacana akademik, tetapi praksis yang tertanam dalam komunitas, memberdayakan jemaat untuk merangkul identitas budayanya sekaligus memperdalam iman kepada Kristus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bire Logo, Melkias Marcos. "Mempertemukan Agama Lokal dan Kekristenan dalam Bingkai Kontekstualisasi dan Poskolonial." Apostolos: Journal of Theology and Christian Education 2, no. 2 (2022): 102-117. https://doi.org/10.52960/a.v2i2.157.

Dalensang, Recky, dan Meify Molle. "Peran Gereja dalam Pengembangan Pendidikan Kristen bagi Anak Muda pada Era Teknologi Digital." Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 5, no. 2 (2021): 255-271. https://doi.org/10.37368/ja.v5i2.189.

Halawa, Fa'ahakhododo, dan Malik Bambangan. "Injil dan Tradisi Lokal: Kontekstualisasi Teologi dalam Perkembangan Gereja di Asia Timur." Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 1, no. 4 (2024): 137-148. https://doi.org/10.61132/nubuat.v1i4.371.

Jiharudin, dan Sofyan Mustofa. "Budaya Bakar Batu sebagai Wujud Toleransi Masyarakat Papua." Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya 20, no. 2 (2022). https://doi.org/10.32678/tsaqofah.v20i2.6772.

Keriapy, Frieslly. "Teologi Multikultural: Kearifan Lokal sebagai Bentuk Berteologi dan Berbudaya." MAGENANG: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020). https://doi.org/10.52307/magenang.v1i2.5.

Kreuta, Kristian. "Kristologi Papua: Analisis Kontekstual Yesus Kristus dalam Kebudayaan Lokal." REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2024): 207-220. https://doi.org/10.69748/jrm.v2i2.206.

Masinambow, Yornan, dan Yusup Nasrani. "Pendidikan Kristiani sebagai Sarana Pembentukan Spiritualitas Generasi Milenial." PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 17, no. 1 (2021): 64-81. https://doi.org/10.46494/psc.v17i1.114.

Mawikere, Marde Christian Stenly, dan Samuel Hura. "Telaah Etnografi Mengenai Inkulturasi dan Akulturasi sebagai Kearifan Lokal Etnis Baliem, Papua." Jurnal Ilmiah Tumou Tou 8, no. 1 (2021): 27-45. https://doi.org/10.51667/tt.v8i1.472.

Mawikere, Marde Christian Stenly. "Konsep Hidup Kekal Menurut Pandangan Dunia Etnis Baliem, Papua sebagai Potensi dan Krisis bagi Kontekstualisasi Injil." Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 5, no. 1 (2021). https://doi.org/10.46445/ejti.v5i1.333.

Novalia, Lita. "Integrasi Konteks Pendidikan Agama Kristen ke dalam Pelaksanaan Pembelajaran." Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 3, no. 1 (2020). https://doi.org/10.47457/phr.v3i1.53.

Padakari, Sadrakh Leonardus, dan Frengki Korwa. "Spiritualitas Kontekstual: Model Pendidikan Iman Kristen dalam Menjawab Tantangan Generasi Z." Imitatio Christo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2024). https://jurnal.stakagj.ac.id/index.php/ImitatioChristo/article/view/3.

Setiawan, David Eko. "Menjembatani Injil dan Budaya dalam Misi melalui Metode Kontekstualisasi." Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 2 (2020): 166-167. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.89.

Tanuwidjaja, Sunny, dan Steven Udau. "Iman Kristen dan Kebudayaan." Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. 1 (2020). https://doi.org/10.46445/jtki.v1i1.299.

Tekege, Petrus, dan Roy Marthen Rahanra. "Papua People and Its Culture." Lakhomi Journal Scientific Journal of Culture 3, no. 3 (2022). https://doi.org/10.33258/lakhomi.v3i3.742.

Yohanes, Adrianus, dkk. "Strategi Misi Lintas Budaya berdasarkan 1 Korintus 9:19-23." Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. 1 (2020): 60-61. https://doi.org/10.46445/jtki.v1i1.301.

Downloads

Published

2026-04-14

How to Cite

Nilai Kristiani dalam Rumah Honai sebagai Warisan Budaya: Ibadah dan Seminar bersama Jemaat Gereja Baptis Pos Pengembangan Hulekama Wamena. (2026). PHRONIMOS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Arastamar Wamena, 1(1), 1-12. https://journal.stta-wamena.ac.id/index.php/phronimos/article/view/20